Forum Masyarakat Peduli Jember Audiensi dengan Kapolres, Desak Penanggulangan Peredaran Miras dan Narkoba

Forum Masyarakat Peduli Jember Audiensi dengan Kapolres, Desak Penanggulangan Peredaran Miras dan Narkoba

Redaksi
Sabtu, 01 Februari 2025

"foto Kapolres Jember bersama para ulama' dan perwakilan ormas toko lintas agama dok: kabarselatan.com"


JEMBER – Kabarselatan.com Sejumlah kiai, ulama, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat (ormas), serta perwakilan partai politik dan lintas agama yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Jember menggelar audiensi dengan Kapolres Jember, Sabtu (1/2/2023). Kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan dan meminta tindakan tegas terhadap maraknya peredaran minuman keras (miras) dan narkoba di Kabupaten Jember.


Sejumlah tokoh penting hadir dalam pertemuan ini, di antaranya Ketua DPRD Jember H. Ahmad Halim, Wakil Ketua DPRD dari PKB, KH. Ahmad Sadid Jauhari, KH. Thamrin Ali Yasin, KH. Hamid Hasbullah, serta perwakilan dari berbagai ormas dan partai politik. Hadir pula Ustad Umar dari LPAI Jember, Joko Purwanto dari Muhammadiyah, Imam Taufik Ketua Ormas RAJE, Gus Faruk Ketua Sarbumusi, Jono Wasinuddin Ketua PSHT Jember, perwakilan dari PCNU Jember, Ketua PKS Jember, David Handoko Seto dari NasDem, serta perwakilan Golkar Jember.


Rombongan diterima langsung oleh Kapolres Jember, AKBP Bayu Pratama Gubunagi, bersama jajaran kepolisian di Aula Polres Jember. Dalam keterangannya, Kapolres menyambut baik kehadiran Forum Masyarakat Peduli Jember yang membawa aspirasi terkait masyarakat masalah sosial yang sedang berkembang.


“Kami, didampingi Ketua dan Wakil Ketua DPRD Jember, menerima Masyarakat Peduli Jember yang terdiri dari para tokoh agama, ormas, dan perwakilan partai politik,” ujar Kapolres Jember.


Kapolres menegaskan bahwa audiensi ini fokus pada persoalan peredaran miras dan narkoba yang semakin marak di Jember. Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat untuk bersinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan.


“Pada kesimpulan pertemuan hari ini, kita semua bersepakat untuk bersama-sama menanggulangi peredaran miras dan narkoba di Kabupaten Jember,” tegas Kapolres.


Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan berbagai langkah, mulai dari upaya pre-emtif, preventif, hingga penegakan hukum, namun karena luasnya wilayah Jember dan besarnya jumlah penduduk, diperlukan keterlibatan serta partisipasi semua pihak.


“Perlu kami yakin bahwa sebelum kedatangan para tokoh ini, Polres Jember sudah melakukan berbagai upaya dalam pencegahan dan penegakan hukum. Namun, mengingat skala permasalahan yang cukup besar, diperlukan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak,” ungkapnya.


Sebagai tindak lanjut pertemuan ini, Kapolres Jember berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan semua pihak, termasuk Pemkab Jember, DPRD, TNI, serta unsur masyarakat lainnya, guna memperkuat upaya pemberantasan miras dan narkoba.


Polres Jember juga akan segera memasang spanduk dan spanduk berisi imbauan mengenai bahaya miras dan narkoba serta akan melakukan penegakan hukum yang lebih intensif dalam waktu dekat.


“Kami akan mengidentifikasi para Kapolsek untuk mengungkap peredaran miras maupun narkoba di wilayahnya masing-masing. Dalam waktu satu minggu ke depan, kami akan menyampaikan kembali hasil penegakan hukum di lapangan kepada rekan-rekan media,” imbuhnya.


Kapolres juga menegaskan bahwa dengan tidak adanya izin akan menindak tegas penjual dan produsen miras yang tidak memiliki izin, sementara bagi yang memiliki izin akan tetap memberlakukan sesuai aturan yang berlaku.


“Kami akan bertindak tegas terhadap para penjual dan produsen yang tidak memiliki izin. Namun, bagi yang memiliki izin, ada regulasi yang harus dipatuhi. Ini perlu kami jalankan dengan hati-hati agar sesuai dengan ketentuan hukum,” tutupnya.


Audiensi ini menjadi momentum penting bagi masyarakat dan aparat kepolisian untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan perdamaian di Kabupaten Jember, khususnya dalam menekan peredaran miras dan narkoba yang meresahkan masyarakat. (Red/Him)